Langsung ke konten utama

Seminggu Berarti

Sekitar kurang lebih dua bulan berhenti menginjakkan kota kelahiran, Surabaya. Kota dimana kamu bertarung habis-habisnya menggunakan akal pikiran, berusaha mengikis kemunafikan orang lain bahkan diri sendiri. Kota dimana tempat kamu menyisihkan banyak waktu untuk mencinta orang asing. Kota dimana kamu bertahan pada suatu nilai kebenaran, yang akan dibawa sebagai bekal bertahan hidup di kota lain.

Mungkin nanti sekitar pukul 9 malam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta saya siap sejenak menghela napas menujur Bandara Juanda. Siap memeluk erat mami yang sering terrepotkan oleh kisah keluhan di kota orang. Sering bilang ke mami, ternyata pukulan di kota kelahiran tidak sekeras di ibukota negara tercinta.

Bela diri bisa dibilang sebuah kesenian. Kalimat tersebut sedikit banyak mampu menganalogikan kehidupan di Jakarta. Tidak selamanya kita harus mau dipukul, bahkan kita harus menghindar dari pukulan menunggu musuh kelelahan kemudian menyerang balik. Bahkan kita harus tau kapan melumpuhkan mereka agar mereka tidak mampu menyerang kembali.

Ada sebuah perbedaan besar di Surabaya dan Jakarta, jumlah orang busuk di Jakarta jauh lebih banyak. Malahan itu bisa jadi pada seseorang yang terlihat sangat baik. True Story, seorang yang berjilbab yang kelihatanya baik-baik lakunya, bisa keluar kata-kata brengsek bahkan bisa hina orang PK. Kalo masalah populasi orang pengecut dan munafik ya banyak, model-model orang gitu sih biasanya bukan berasal dari daerah bukan ibukota. Keadaan ini 11 12 dengan di Surabaya, tapi bedanya masih banyak populasi orang yang mulutnya blak-blakan dan itu menyenangkan :3.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...