Langsung ke konten utama

Persetan Dengan Kuantitas

Satu hari yang mungkin akan mengubah kualitas hidup dari sebelumnya. Mungkin bisa jadi rencana yang satu ini bisa jadi pukulan telak dan besar untuk beberapa jumlah angka. Layaknya kita tidak bisa memilih bulan dan matahari secara bersamaan untuk menerangi bumi.

Manusia diciptakan Tuhan dengan kemampuan berpikir lebih dari makhluk Tuhan lainnya. Manusia diciptakan untuk mampu berpikir untuk memilih. Memilih yang sekiranya bisa menjadikan hidupnya lebih berkualitas. Dan mulai sekarang, saya berjanji untuk lebih berpikir mengenai kualitas. Daripada hidup dengan kuantitas tanpa kualitas.

Ketika saya barusan memberikan analogi mengenai matahari dan bulan, beberapa pikiran sempit pasti berpikir jika kita masih mempunyai dua-duanya. Asalkan kita mampu mengatur bagaimana peran dua-duanya bisa adil. Sedangkan tidak ada makhluk ciptaan Tuhan yang bisa benar-benar adil.

Hanya Tuhan yang mampu mengambil peran Sang Maha Adil. Manusia ditakdirkan untuk dilahirkan beserta kesubyektivitasannya. Hari ini saya menyadari selain manusia dibekali dengan harga diri dan skill belajar luar biasa, tetapi manusia juga punya keunikan dalam berpikir yaitu subyektivitas. Seringkali kita dengar bahwa lembaga negara yang independen sekalipun akan selalu tebang pilih, karena itu dijalankan oleh manusia.

Mungkin dengan idealisme hari ini akan berdampak dengan kuantitas yang menurun. Jumlah waktu hidup yang akan menurun lebih dari biasanya. Saya hanya berharap akan dikenang dengan kualitas hidup saya nantinya. Semoga ini bisa terjadi dengan dukungan orang sekitar, dan kalian akan kubuat bangga dengan dukungan yang kalian berikan. Terima kasih banyak saudara dan saudariku sesama manusia yang dipetakan untuk menjadikan kualitas hidup semakin menembus limit. Tentunya semakin baik, AMIN !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...