Langsung ke konten utama

Magic Words

Selamat malam semua yang terkasih dalam belaian bantal yang nyaman dan atap yang tidak bocor. Selalu saja ada saat dimana kita merasa kuat dan dimana selalu saja ada celah buat hal manusiawi lainnya masuk. Layaknya Superman yang mulai update penampilan dengan celana dalam yang akhirnya di dalam. Karena gaya fashion terbarunya itu Superman mulai semakin sesuai dengan kekuatannya yang maha dahsyat. Tapi tidak ada yang 100% aman atau kuat, superman masih lemah dengan kryptonite dan wanitanya yaitu Louis Lane.

Magic words adalah kata ajaib dimana kita dapat menjadi bertekuk lutut pada orang mengucapkannya. Ketika seseorang mengucapkan kata "Tolong" dan kita mulai secara tidak langsung melakukan apa yang dia katakan dengan tulus dan penuh kesadaran. Segarang apapun penampilannya kalau misalkan ada orang yang mengucapkan kata-kata itu pasti akan terjadi demikian, kecuali yang tidak punya hati nurani.

Bukan bermaksud sombong atau apa, saya bukan anak yang peka terhadap hal yang memilukan atau mengharukan. Saya bukan orang yang mudah menangis dan tentu saja ini kadang menyulitkan saya dalam melampiaskan perasaan sedih. Sedikit intermezo, mungkin masih ada yang ingat salah satu adegan di Kera Sakti yang sangat erat dengan magic words. Ketika Tom Sam Cong membacakan mantra untuk Sun Go Kong, seketika akan merasa tidak berdaya dan berhenti nakal. Begitu pula berlakunya magic words dari mami bagi saya.

Ketika saya bebal untuk diingatkan kemudian sebaris kata-kata ajaib itu keluar dari mami saya, kemudian langsung saya menangis dan tidak bisa berkata apa-apa selain mengiyakan segala perintah beliau. Sedikit banyak magic words beliau bisa sekaligus jadi motivasi saya sampai detik ini. Rasanya bahagia dan bersyukur beliau masih mampu mengatakannya secara langsung. Semoga selalu disempatkan membahagiakan beliau Ya Tuhan, Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Terima kasih banyak atas karyanya

Hai , Nama saya Bernard Denata Suryawan . Masih dengan fisik dan jiwa yang sama , hanya sedikit tambah isi otak . Saya bahagia memiliki banyak sekali pengalaman hidup yang beraneka level . Level hidup yang paling bawah bukan berarti rendah , tetapi sedikit cobaan . Dan kali ini level hidup saya sedang diuji seperti halnya kenaikan pangkat atau jabatan . Di dunia ini sudah banyak lahir orang bijak yang memiliki jam terbang tinggi dalam memperbaiki kualitas hidup manusia lainnya . Meskipun secara fisik sudah di dalam tanah dan dicerna bakteri pengurai . Tetapi karya kebaikan mereka yang menyelamatkan kualitas hidup manusia , yang menjadikan mereka seperti hidup selamanya . Orang bijak banyak berkata bahwa kita tidak akan pernah merasakan hidup jika tidak sakit atau terkena musibah . Disini bukan berarti saya merindukan dan menginginkan masalah yang mendatangi saya . Justru harusnya saya harus lebih bersyukur sama Tuhan . Karena Dialah yang mengingatkan bahwa saya masih hidup dan hidu...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...