Langsung ke konten utama

Sedikit Cerita Indah

"hahahaha" ketawa sendiri tiap malem mengingat betapa beruntungnya aku. Menurutku ya aku ini ganteng, tapi menurut orang lain enggak. Gimana dong terus? Artinya aku enggak ganteng. "hahahahaha Bodo Amat !!!" begitu pikirku. Aku ini enggak item teman-teman, aku coklat gelap eksotis. Wajahku Indonesia asli bukan KW, bisa dibayangkan overall ketampananku ini kan.

Aku yakin banget setelah kalian baca paragraf pertama, pasti beberapa follower twitter mendadak beramai-ramai meng-unfollow twitterku. Ya Bodo Amat lah kenal aja juga enggak. Yang jelas sejelek apapun, sehina apapun, dan seganteng apapun citra saya di pikiran saya di otak kalian, "Bodo Amat !!!".

Sekedar cerita pacar saya adalah ras peranakan terakhir di jenisnya. Yang sempurna kayak begini sudah habis dan sirna. Pacarku itu lucu dan ginuk-ginuk. Dia itu sukanya marah kalo dicubitin, ya salahnya sendiri gendut. Yang jelas aku bahagia "MUAHAHAHAHA".

Weekend saatnya balas dendam aku ditinggal sibuk sama si Maria Kampret ini. Berhubung weekend ini saya begadang tanpa alasan dan berujung pada tidur jam 8 pagi. Jelas nanti si Cantik dari Gua Babi ini datang pasti bukan aku yang bukain pager.

Dan si Babi Gendut ini datang tiba-tiba di kamar membangunkan tidurku yang nyenyak. Nyenyaknya tidurku itu kayaknya aku lagi mimpi "aneh-aneh" atau apa lah. Eh tiba-tiba rusak sudah mimpi indahku jadi mimpi buruk yang memaksaku bangun dan menerima kenyataan.

Pelan-pelan dengan tenaga seadanya kubuka otot mataku ini. Kulihat bulatan besar bersinar kebahagiaan di depan mataku. "MUAHAHAHAHA", bayangin aja masak si Ratu Babi ini bangunin aku manggil "He". Dan seperti biasa nonton film lah kita dari hasil download di kampus.

Hikmah yang bisa diambil dari musibah rusaknya mimpi indah saya. Kepahitan dan keterpurukan yang saya dapat dalam mimpi sebenarnya adalah "Unsung Hero". Isinya disalah-salahin terus tapi sebenarnya ya itu yang nolongin kita. Dan ternyata siapa bilang kenyataan itu tidak lebih indah dari mimpi, justru sebaliknya. "MUAHAHAHAHA" sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...