Langsung ke konten utama

Pemirsa Setia Yang Tidak Pernah Abadi

Bukan berkata seperti seorang banci yang layaknya pernah menangis. Terserah apa katamu mengenai apa yang ada di otakmu mengenai siapa aku. Otakmu bekerja karena itu maumu bukan karena apa perangaiku. Di sini lah aku berdiri, berkata dalam hati pada satu kesetiaan yang tidak pernah abadi.

Kesetiaan bukan suatu tuntutan jiwa melainkan hati yang mendalam. Kita bergerak, berbuat, dan bertutur kata oleh hati tidak hanya oleh pikiran. Hati bekerja bagaimana perasaan orang lain itu juga hidup di dunia ini. Aku di sini terdiam sedikit tertawa.

Tertawa sedikit mengenai ternyata selama ini yang kuteriakkan bodoh, sebenarnya aku. Aku sering mengecewakan kesetiaan yang tidak pernah abadi itu. Suatu sikap bodoh dari seorang yang dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki.

Setiap manusia punya segalanya di dunianya. Di duniaku bisa jadi kamu lah segalanya. Kamu bukan terlahir langsung jadi seorang jenius dan serba berkecukupan. Lahir dari rahim seorang wanita hebat yang bertaruh nyawa. Kecewa seringkali didapat sebagai bayaran atas pengorbanan itu ? Anak macam apa aku ini ? Satu kata NISTA.

Kata itu melebihi arti dari suatu kehinaan yang tercermin oleh niat busuk. Sudah jelas saya berdosa atas apa yang saya lakukan. Setidaknya saya sekarang terperangkap rasa dimana saya tidak bisa membayar sedikitpun yang luar biasa diberikan. Tidak pernah menuntut pembayaran memang, tapi manusia yang punya akal budi harusnya berpikir mengenai hal TAHU DIRI.

Ini buat kamu mamiku tercinta. Yang luar biasa mendukung dimana seorang lelaki ini lagi berusaha bertumbuh. Entah bertumbuh ke arah mana dan menjadi apa. Maaf terlalu banyak mengeluh, bermalas-malasan dan mudah menyerah. Paling tidak ini sedikit hal yang kusukai yang bisa kugambar sedemikian rupa. Memang bukan gambaran, tetapi keindahan seorang ibu siapakah yang bisa menggambarkan ? tidak siapapun. Sekian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...