Langsung ke konten utama

Ludah dan Luka

Jika kita sering melihat anjing, mereka sering sekali menjilat lukanya. Saya kurang mengerti apa ada kandungan dalam ludah yang dapat mengeringkan luka. Setelah itu anjing itu selalu menguatkan dirinya untuk terus berlari dan bergerak sebagaimana biasanya. Meskipun terkadang anjing itu berhenti dan menjilat kembali lukanya.

Mulai bingung arti lagi apa ketika menjilat luka, anjing tersebut bertujuan mengurangi rasa sakit dalam luka tersebut? Entahlah. Seiring berjalannya waktu luka itu pasti semakin mengering. Mengering hingga akhirnya dapat terkelupas dan tidak ada darah lagi. Ketika sudah terkelupas luka tidak akan sakit dan mengerikan seperti sebelumnya.

Parah tidaknya luka kita bukan tergantung dari asal dan akibatnya, melainkan tergantung apakah sang manusia ini mampu dan kuat menahan sakit. Atau bahkan manusia ini terbiasa terluka sehingga menganggap sesuatu yang besar itu hal yang biasa terjadi. Sekalipun lukanya menganga lebar sekali.

Tidak ada salahnya berpikir berulang kali setelah terluka. Berpikir bagaimana luka itu bisa terjadi, bagaimana luka itu muncul dan mengeluarkan darah segar. Luka itu ada pasti ada peran selain kita. Selain kita bukan berarti ada orang lain yang berniat mencelakakan, tetapi Tuhan yang memberikan kita luka untuk menyadari betapa berartinya hidup menjadi orang yang baik.

Ketika kita dilukai orang baik dan itu fakta. Juga bukan berarti kita harus menyalahkan orang tersebut. Saya mesti sadar, segala sesuatu yang terjadi pasti ada tujuan. Sekalipun itu sebuah luka yang baru dan segar. Tuhan mengarahkan kita pada sesuatu yang sangat baik, pada waktu yang tidak tahu kapan dan yang jelas itu tepat. Seribu ampun untuk beribu luka pada semua makhlukmu. Harus cepat pulih dan terbang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Terima kasih banyak atas karyanya

Hai , Nama saya Bernard Denata Suryawan . Masih dengan fisik dan jiwa yang sama , hanya sedikit tambah isi otak . Saya bahagia memiliki banyak sekali pengalaman hidup yang beraneka level . Level hidup yang paling bawah bukan berarti rendah , tetapi sedikit cobaan . Dan kali ini level hidup saya sedang diuji seperti halnya kenaikan pangkat atau jabatan . Di dunia ini sudah banyak lahir orang bijak yang memiliki jam terbang tinggi dalam memperbaiki kualitas hidup manusia lainnya . Meskipun secara fisik sudah di dalam tanah dan dicerna bakteri pengurai . Tetapi karya kebaikan mereka yang menyelamatkan kualitas hidup manusia , yang menjadikan mereka seperti hidup selamanya . Orang bijak banyak berkata bahwa kita tidak akan pernah merasakan hidup jika tidak sakit atau terkena musibah . Disini bukan berarti saya merindukan dan menginginkan masalah yang mendatangi saya . Justru harusnya saya harus lebih bersyukur sama Tuhan . Karena Dialah yang mengingatkan bahwa saya masih hidup dan hidu...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...