Langsung ke konten utama

Lautan Ketakutan

Mengingat dua postingan terakhir yang melibatkan suasana hati. Kali ini masih dalam ruang labirin suasana hati. Tuhan memang Maha dalam segala hal. Pikiran dan perasaan kita dibuat bingung mengenai masa depan yang enggak pernah pasti. Ketidakpastian seringkali ditakuti banyak orang termasuk saya.

Tidak pasti sukses jika terus seperti ini. Terus melibatkan suasana hati dalam hidup. Semuanya tidak berjalan objektif. Suasananya bener-bener tidak enak. Kondisi badan sudah seperti dihajar massa, ulu hati sakit setengah mati. Otak tidak bisa diajak berpikir jernih.

Terus terang, saya malu sampai detik ini belum bisa bawa nama keluarga ke tingkat yang tinggi. Hidup penuh pilihan. Setiap malam saya mencoba tidur dan memastikan setelah membuka mata semua hal pasti baik-baik saja. Akhirnya gagal, sehingga saya tidak bisa tidur sekarang.

Nenekku sering berkata bahwa di waktu malam, banyak sekali dewa yang istilahnya patroli di dunia ini menabur rejeki dari segala sisi. Sepertinya saya tidak ada dalam daftar mereka. Mengingat saya belum pernah berbuat kebaikan hebat yang memperbaiki kehidupan seseorang.

Ya seperti lautan yang mampu menenggelamkan manusia. Ketakutan yang luar biasa mengelilingi seperti luasnya lautan. Tenggelam di laut mengakibatkan masuknya air laut dalam tubuh. Tentunya susah bernafas, meskipun dalam keadaan tidak tenggelam beneran.

Tuhan mohon petunjuk, cuma engkau yang mampu memperbaiki segalanya. Tuhan Sang Waktu , Hamba-Mu memohon kekuatan. Jadikanlah semua ini masuk akal Ya Tuhan dalam pikiran manusia. Mohon Ampun Ya Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Terima kasih banyak atas karyanya

Hai , Nama saya Bernard Denata Suryawan . Masih dengan fisik dan jiwa yang sama , hanya sedikit tambah isi otak . Saya bahagia memiliki banyak sekali pengalaman hidup yang beraneka level . Level hidup yang paling bawah bukan berarti rendah , tetapi sedikit cobaan . Dan kali ini level hidup saya sedang diuji seperti halnya kenaikan pangkat atau jabatan . Di dunia ini sudah banyak lahir orang bijak yang memiliki jam terbang tinggi dalam memperbaiki kualitas hidup manusia lainnya . Meskipun secara fisik sudah di dalam tanah dan dicerna bakteri pengurai . Tetapi karya kebaikan mereka yang menyelamatkan kualitas hidup manusia , yang menjadikan mereka seperti hidup selamanya . Orang bijak banyak berkata bahwa kita tidak akan pernah merasakan hidup jika tidak sakit atau terkena musibah . Disini bukan berarti saya merindukan dan menginginkan masalah yang mendatangi saya . Justru harusnya saya harus lebih bersyukur sama Tuhan . Karena Dialah yang mengingatkan bahwa saya masih hidup dan hidu...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...