Langsung ke konten utama

Belajar Bertahan

Hari ini saya menonton film yang berjudul "The Secret Life of Bees". Film ini menggambarkan betapa sulitnya hidup dalam berbagai masalah. Masalah muncul karena adanya deskriminasi pada kulit hitam. Melalui film ini saya mengerti bahwa hidup menjadi lebah tidak semudah seperti ukuran lebah yang kecil. Lebah harus mau menanggung beban berat saat dia terbang. Lebah tidak bisa hidup individualis, harus selalu bekerja sama dalam setiap aspek.

"Bahkan yang kecil sekalipun harus dicintai", perkataan ini mengingatkan agar saya harus selalu menghargai orang lain. Berhenti meremehkan orang lain meskipun banyak kelemahan yang kita tahu. Makna kata "kecil" di sini berarti beberapa kalangan yang termarjinalkan. Kita sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Fisik tidak masalah di hadapan Tuhan. Bagi yang memiliki fisik bagus bersyukurlah, karena tidak semua beruntung seperti kamu. Lebih berbahagia lagi orang yang tidak memiliki fisik rata-rata tetapi mereka berhati mulia lebih dari emas perak. Berhenti meremehkan orang karena fisik baik dari tubuh ataupun pakaian.

Malu sekarang rasanya saya tidak banyak berguna bagi orang sekitar bahkan terdekat. Malu rasanya tidak bisa mengingatkan beberapa sesama makhluk yang menjilat dan berkonspirasi. Malu rasanya merasakan pendidikan hingga kuliah dengan dibiayai orang tua, tetapi tidak punya ilmu sebesar ekspektasi.

Jangan berbicara kelompok bahkan berfanatik menjadi kelompok yang berkedudukan khusus. Kelompokmu hanya tong sampah yang menampungmu karena pikiran kotormu yang selalu mendiskreditkan kemampuan orang.

Berhenti berpikir menjadi sebuah tong sampah, berpikirlah seperti kulkas yang rapi dan bersih. Berpikir seperti tong sampah adalah yang penting kita berguna sekalipun hanya sebagai tong sampah. Bercampur aduk jadi satu tidak memiliki tujuan jelas. Jika anda bertanya bagaimana jika tidak ada tong sampah, jelas itu tidak mungkin. Dunia butuh tong sampah sebagai penampung kalian yang berpikiran sempit.

Berpikirlah seperti kulkas yang besar, rapi, dan bersih. Mampu menyimpan makanan dalam waktu yang lama sehingga tidak mudah busuk. Jadilah manusia yang bertujuan jelas, bahkan berkaryalah pada bidangmu. Memiliki tujuan yang jelas dan disertai usaha yang tertata, bisa berguna dan lebih enak dilihat. Yang jelas keberadaanmu bisa membuat keberadaan orang lain menjadi lebih berarti.

Saya yakin dan saya percaya atas sebuah kata-kata yang mengharuskan kita untuk bertahan hidup. "Hidup itu lebih indah jika kita Hidup, Bukan mati atau ingin Bunuh Diri". Bergeraklah dan Terbang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...