Langsung ke konten utama

Kepalsuan Ilmu

Mungkin sekitar 15 tahun saya mengenyam pendidikan resmi di lembaga formal. Belajar segala macam ilmu dari yang bisa berguna maupun tidak. Dan sampai sekarang masih merasa belum berguna bagi masyarakat luas. Di dompet tidak ada satupun uang yang saya hasilkan sendiri, melainkan hasil minta-minta orang tua.

Baru hari ini saya sadar bahwa saya sudah sangat mengkhianati kesakralan dan kesaktian dari ilmu itu sendiri. Ilmu itu bisa saya bilang sakral dan sakti karena bisa memberi seseorang kehidupan. Ilmu bisa menjadikan orang yang sekarat bahkan memperoleh kehidupan kembali.

Investasi yang paling mahal adalah ilmu. Sudah dipastikan ilmu itu pasti berguna jika kita bisa menularkannya. Bagaimana kita menularkannya kalau kita sendiri berkhianat?. Pengkhianatan ilmu sering dilakukan banyak orang pada masa sekolah ataupun perkuliahan.

Di dalam hal menuntut ilmu banyak sekali amanah yang disisipkan. Dimana dibutuhkan konsistensi dan konsentrasi. Bagaimana bisa kita dibilang menjalankan amanah jika kita sering bolos. Saya adalah orang yang sering berkhianat dengan amanah dari penyerapan ilmu tersebut.

Tidak sering saya masuk kelas hanya numpang ngobrol, makan, atau bahkan sampai tidur di lantai. Saya sering menyepelekan kelas suatu mata kuliah. Hingga sering bolos kuliah dengan alasan beragam yang kebanyakan tidak berguna sama sekali.

Mimpi jangka pendek saya, "Semoga Saya Tidak Membolos Sama Sekali Untuk Minggu Ini".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...