Langsung ke konten utama

Surat Cinta untuk Mas Bernard

Sedikit tulisan indah dari kekasih saya tercinta. Sebenernya heran kok tiba-tiba dia bisa bikin ginian. Ini adalah puisi yang ditulis ketika matahari masih belum muncul hari ini.
Surat Cinta untuk Mas Bernard
Pagi mas gimana kabarmu pagi ini.
Aku rasa baik baik saja.
Tapi tidak begitu dengan hatiku mas.
Kalut rindu selalu hanya untuk berjumpa denganmu.
Walaupun seringkali mas bernard menyakiti hati lemahku dgn kata kata nan menghujam jantung.
Tapi entahlah, memang sepertinya hati ini didesain khusus untuk mencintai mas.
Pagi ini aku membuka mata dengan mas bernard yg selalu ada di pikiranku.
Aku rindu.
Aku merindumu dalam kalbuku.
Rindu cara mas tersenyum
Senyuman yg sangat manis yg terus melekat di ingatan dan hati saya.
Senyum anak anak yg begitu indah dan mempesona batin saya.
Rindu cara mas memandang saya dengan penuh kasih sayang.
Rindu cara mas memeluk dan mengusap air mata saya ketika keadaan tidak memihak saya.
Rindu cara mas memegang tangan saya.
Tidak ingin rasanya pegangan itu lepas.
Tolong tenangkan batin dan kalbu saya sekarang yg sedang meraung raung ingin menemui kekasih hatinya.
Kekasih yang sangat dicintainya
Ingin rasanya melewati hari bersama sama mas terus.
Tersenyum bahagia melewati sesaknya hari.

. . .aahh aku rindu
Sungguh menyesakkan.
Kenangan kenangan indah yg luar biasa
Menjadi kesatuan yg luar biasa menembus sukma
Terima kasih mas bernard
Terima kasih atas semuanya
Semoga Tuhan Yang Maha Agung dan Mulia selalu menyertai kebahagiaan kita selama lamanya,
 
Cintamu
Maria Cantik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Terima kasih banyak atas karyanya

Hai , Nama saya Bernard Denata Suryawan . Masih dengan fisik dan jiwa yang sama , hanya sedikit tambah isi otak . Saya bahagia memiliki banyak sekali pengalaman hidup yang beraneka level . Level hidup yang paling bawah bukan berarti rendah , tetapi sedikit cobaan . Dan kali ini level hidup saya sedang diuji seperti halnya kenaikan pangkat atau jabatan . Di dunia ini sudah banyak lahir orang bijak yang memiliki jam terbang tinggi dalam memperbaiki kualitas hidup manusia lainnya . Meskipun secara fisik sudah di dalam tanah dan dicerna bakteri pengurai . Tetapi karya kebaikan mereka yang menyelamatkan kualitas hidup manusia , yang menjadikan mereka seperti hidup selamanya . Orang bijak banyak berkata bahwa kita tidak akan pernah merasakan hidup jika tidak sakit atau terkena musibah . Disini bukan berarti saya merindukan dan menginginkan masalah yang mendatangi saya . Justru harusnya saya harus lebih bersyukur sama Tuhan . Karena Dialah yang mengingatkan bahwa saya masih hidup dan hidu...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...