Langsung ke konten utama

13 Tidak Selalu Sial -part1-

Tuhan tidak perlu waktu lama untuk mengabulkan doa umat-Nya jika saatnya tepat. Selasa 5 Maret adalah deadline pengumpulan proposal terakhir. Dan waktu itu saya baru sadar dari kegalauan bodoh saya setelah putus dari nomer 12. Dan ternyata kepepet tidak selalu membuahkan hasil baik, malahan saya tidak bisa sidang karena memang saya belum siap. Batas akhir pengumpulan jam 4 sore waktu itu, sedangkan kurang beberapa menit barulah saya sadar ternyata template saya salah. Spontan saya drop dan merasa takut jikalau saya mundur lulusnya.

Bukanlah hal yang baik jika kita menyalahkan orang lain disini. Yang jelas semua salah saya yang lama bangkit setelah diputusin dan ketidakjelian saya melihat tanggal pengumpulan proposal. Yang jelas itu semua menjadi sebuah pertanda saya mulai membutuhkan seorang pacar. Maklum saya selalu bahagia ketika ada pacar selalu tempat mengadunya ke situ. Meskipun pada akhirnya ada beberapa mantan yang seperti sampah mulutnya.

Lepas dari mulut sampah, saya sempat berputus-asa dan memohon pada Tuhan untuk dicarikan pacar apapun agamanya. Sejujurnya saya memang menginginkan pacar yang seagama atau paling tidak mengimani Yesus Kristus di hatinya. Tiba-tiba saya berinisiatif mencari anak cewek dan pintar yang saya tanyai cara belajar lancar waktu galau. Sebelumnya tanya dengan junior dan mendapat jawaban yang manusiawi. Entah kenapa yang saya tanyai berikutnya memiliki perbedaan signifikan, dimana tiba-tiba hati saya merasa deg-degan seperti halnya ketika feeling saya menebak orang ini akan jadi yang selanjutnya.

Saya orangnya percaya sama feeling, karena selama ini feeling saya belum pernah salah mengenai hal ini. Kalo kenal sudah lama kenal, tapi tiba-tiba saya merasa dekat dan cocok dalam waktu singkat. Dan saya jadian 9 Maret. Hari itu adalah hari dimana menunjukkan kuasa-Nya. Tuhan benar-benar menjawab doa saya sangat cepat malah melebihi ekspektasi saya.

Namanya : Maria Khristina Rismawati Hanka. Dia yang dari dulu saya kagumi sebagai wanita paling pintar di jurusannya. Selalu terkagum-kagum dengan anak ini. Setiap melihat wajahnya seperti mimpi, wanita yang jauh sekali level otaknya berada di depan wajah. Baru kali ini saya mendapat pendamping yang jauh lebih pintar dan hebat dari saya. Satu hal yang pasti dia adalah anugerah terindah yang diberikan ketika saya benar-benar jatuh. Semoga Tuhan memberkati kami hingga akhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...