Langsung ke konten utama

Hanya Tuhan yang Bisa.

Sebuah kesalahan yang sangat fatal rasanya mengesampingkan Tuhan . Karena kebahagiaan duniawi saya lupa akan Tuhan . Saya mementingkan sesuatu yang tampak luar sempurna , tampak dalam penuh kebohongan . Hari liburan saya banyak dipenuhi sesuatu yang tidak bermanfaat . Bermalas-malasan layaknya babi .

Ekspektasi yang sangat tinggi menjulang ke langit , tentu saja banyak resiko jatuhnya . Saya bukanlah orang sempurna yang siap menerima kelemahan dari seseorang . Dimana mereka yang tampak awal sangat baik bagai malaikat bersayap emas . Bersinar ketulusannya bagai matahari . Atas kebaikan mereka semua saya lupa satu hal . Mereka adalah manusia yang bisa berdarah , yang bisa khilaf , yang bisa memperkosa hak satu sama lain , yang bisa berkata rasis terhadap sesamanya .

Kebohongan mutlak sama sekali tidak bisa diterima jika merupakan hak saya . Kebohongan adalah hal dimana adanya penyampaian informasi yang salah atau malah tidak tersampaikan dengan atau tanpa alasan . Tentu saja manusia tidak luput dari kesalahan . Toleransi sudah pasti sudah ada . Permasalahannya , jika dengan adanya suatu toleransi , Apakah suatu kesalahan tersebut bisa menjadi sesuatu hal yang lumrah ? . Apakah dengan adanya toleransi kesalahan berulang-ulang harus dibiarkan dan menganggap itu bagian dari hidupnya.

Saya bukanlah orang yang percaya sifat buruk manusia adalah bagian dari hidup. Tuhan menciptakan umat manusia menurut citra Tuhan. Tentu saja sangat tidak sesuai jika sifat buruk tersebut merupakan pencitraan Tuhan . Tetapi dengan adanya kelemahan dan keburukan seperti itu , yakinlah saya kita manusia masih sangat butuh Tuhan .

Tenangkan lah hati saya ini Tuhan . Jauhkan lah saya dari perasaan khawatir akan keberadaan hal duniawi . Jadikanlah saya khawatir akan hal surgawi yang masih sangat jauh dari jangkauan . Terima kasih tidak berhenti mengingatkan akan pentingnya berdoa dan memohon petunjuk kepada - Mu .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Terima kasih banyak atas karyanya

Hai , Nama saya Bernard Denata Suryawan . Masih dengan fisik dan jiwa yang sama , hanya sedikit tambah isi otak . Saya bahagia memiliki banyak sekali pengalaman hidup yang beraneka level . Level hidup yang paling bawah bukan berarti rendah , tetapi sedikit cobaan . Dan kali ini level hidup saya sedang diuji seperti halnya kenaikan pangkat atau jabatan . Di dunia ini sudah banyak lahir orang bijak yang memiliki jam terbang tinggi dalam memperbaiki kualitas hidup manusia lainnya . Meskipun secara fisik sudah di dalam tanah dan dicerna bakteri pengurai . Tetapi karya kebaikan mereka yang menyelamatkan kualitas hidup manusia , yang menjadikan mereka seperti hidup selamanya . Orang bijak banyak berkata bahwa kita tidak akan pernah merasakan hidup jika tidak sakit atau terkena musibah . Disini bukan berarti saya merindukan dan menginginkan masalah yang mendatangi saya . Justru harusnya saya harus lebih bersyukur sama Tuhan . Karena Dialah yang mengingatkan bahwa saya masih hidup dan hidu...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...