Langsung ke konten utama

Sebuah keteledoran pada dini hari .

Berawal dari sebuah cerita yang teramat sangat sederhana . Namanya anak muda , kalo besok libur ya jalan-jalan . Karena aku sendiri seneng nonton ya uda otomatis nonton juga akhirnya . Tepatnya di Galaxy Mall , semua film di situ hampir sudah tertonton semua . Tapi yang belum yaitu film Cina yang namanya Ip Man 2 .

Sekilas cerita kalo Ip Man 2 premiere dalam waktu yang hampir bersamaan dengan Iron Man 2 . Kalo Iron Man jelas artinya Manusia Besi . Sedangkan Ip Man ? Manusia apa coba ? . Sempet terlintas hal tolol yang berkata kalo Ip Man ini adalah manusia IP . IP disini maksutnya Internet Protokol . Suasana gedung bioskop berubah tidak seperti di Indonesia . Bisa dibilang waktu itu sayalah penonton dengan kulit tergelap dan hitam . Berasa uda di Negara Cina . Di sisi lain malah saya berpikir ini masih masa penjajahan . Begitu pula selanjutnya , semakin lama pikiran tolol lainnya keluar .

Setelah kurang lebih satu jam lebih empat puluh menit nonton . Otomatis balik ke Parkiran buat ambil motor dan pulang ke rumah . Semua persiapan itu langsung kacau , pas sadar kalo kunci motor yang sudah plus kunci rumah lenyap . Mulai bingung ya udah terpaksa lari-lari di Galaxy Mall pas jam 12 Malem tadi . Dan alhasil dapet juga deh . "Capek" nya aja , kuncinya ? lagi ngambek mungkin gara-gara motornya gag pernah ku cuci .

Ya sudah nasi sudah menjadi tai . Terlambat untuk disesali . Pulang deh dengan segenap lembaran ribuan dikumpulkan dan naik taksi sampek rumah . Gag bisa dibilang sial sih , sebenarnya sewaktu kita berkata "Sial". Sama saja dengan kita menyalahkan sebuah keadaan yang telah terjadi pada masa lampau . Dan yang menghendaki itu semua terjadi tentu saja Tuhan Yang Maha Segalanya . Dan jangan pernah kita menyalahkan Tuhan , karena sama saja kita menyalahkan sebuah kebenaran mutlak akan kehidupan layak yang diberikan Tuhan .

Intinya harus bisa kontrol emosi , paling gak bisa bikin tetep konsen . Dan gag kehilangan kunci motor lagi .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bergeser Seperti Semula Lutut Saya

Semua terjadi begitu cepat, tanpa terasa muncul kehancuran masa depan di pikiran. Dislokasi lutut bukan hal sepele buatku. Pertandingan basket tempo hari seakan menjadi hari terakhir berolah raga. Keadaan sehat walafiat pun sekejap sirna dari bayangan cacat dan trauma seumur hidup. Harapan hidup nikmat berasa hilang dalam secepat kilat. Si Maria main ke rumah waktu tadi siang. Tanpa sengaja pacar saya ini duduk di lutut saya. Sekejap saya berteriak kesakitan karena lutut saya bergeser dari tempat sewajarnya. Saya berusaha berteriak minta tolong pada siapapun, namun hingga dua jam segala jerih payah seakan sirna. Klinik di perumahan pun tidak berani berbuat apa-apa. Waktu itu posisi saya sedang berada di lantai 2. Pikiran saya hanya ada kata "Rumah Sakit". Bergerak sesenti pun benar-benar menambah rasa sakit pada lutut saya. Sopir Taksi pun menyerah untuk mengevakuasi saya ke Rumah Sakit. Saya memutuskan untuk meminta jasa ambulan dari rumah sakit terdekat. Ambulan pun sedang...

Surat Untuk Sang Wahai

 Kenapa surat ini bertuliskan untuk sang wahai ? Bukan kah wahai itu hanyalah sebuah kata sambung di depan yang berarti penekanan untuk subjek itu sendiri. Dan kenapa Sang Wahai ? bukannya Wahai itu di depan ? bukannya di belakang ?. Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika aku bertemu sebuah sosok yang bisa menjadi penekanan untuk semua hal yang diusahakan. Jadi maksudnya siapa ? Maksud dari Sang Wahai adalah Calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Kenapa saya mencantumkan kata ibu setelah istri ? Bukan kah wajib hukumnya bahwasanya peran ibu lebih penting dibandingkan peran istri ? Saya pun setuju posisi ibu jadi sebuah jabatan tertinggi yang diberikan kepada manusia dan hanya diberikan kepada wanita saja. Lalu kenapa calon istri yang disebut pertama ? dan kenapa seakan-akan menjadi sebuah prioritas untuk diperbincangkan ? Jawabannya adalah tidak semua istri akan mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu. Disini saya tidak sedang berbicara "Bagaimana cara menjadi sosok ibu y...

Selamat Datang di dalam otak Beruang .

Saatnya memperkenalkan diri . Namaku Bernard Denata Suryawan . sebuah nama yang sangat amat patut kusyukuri . Karena pemberian orang tua . Sebenernya ada nama babtisnya . "Alfonsus" sebuah nama yang diharapkan memberikan dampak baik . Dulunya pemilik nama alfonsus ini sebelum diresmikan menjadi salah seorang suci . Dia adalah sebuah agamawan dan sarjana muda . . Mungkin waktu itu orang tuaku smpet berpikir siang malem gag tidur . Gara-gara cariin nama yang bagus . Supaya bayi kecil yang tanpa dosa dulunya ini . masih menjadi tanpa dosa seumur hidup. Tapi yang Ada malah menjadi manusia yang penuh Dosa . Bisa dibilang banyaknya dosaku . lebih banyak daripada jumlah penduduk sedunia . . Dan bayangkan . Semakin lama aku hidup tentu saja . bakalan makin banyak dosa yang bakal dibuat oleh "beruang" ini . Ehh iya hampir lupa . Beruang itu sebenernya bukan asal nama panggilan . Beruang ternyata arti nama dari BERNARD . WTF MENN ... Takkirain itu nama keren . eh ternyata art...